UBERSEXUAL, baru dengan istilah ini? Wajar-wajar saja kalau jawaban Anda adalah ‘ya’. Istilah yang sebenarnya sudah cukup lama (tahun 2003 dipopulerkan oleh Marian Salzman melalui bukunya The Future of Men), namun baru booming masa-masa ini, ternyata selama ini ditutupi dengan adanya istilah METROSEXUAL. Nah, mungkin Anda lebih familiar dengan kata ini. Berbicara tentang kedua istilah ini, mungkin Anda bisa mengira-ngira akan dibawa kemana pembicaraan kali ini. Fashion, style, karakter atau pembawaan, yah semacam itulah. Tapi saya berharap pembahasan ini bisa memberikan suatu info yang baru dan menarik kepada pembaca sekalian.
Orang awam menyimpulkan bahwa pria-pria metroseksual adalah pria-pria yang suka dandan. Pengertian ini benar, tapi seringkali dinyatakan salah karena tidak jarang mengacu pada tabiat atau perilaku kewanita-wanitaan atau bahkan ekstrimnya ke arah homoseksualitas. Pria-pria ini lebih memprioritaskan penampilan selayaknya wanita. Sehingga istilah-istilah facial, creambath, pedi-manicure, massage, dsb itu sudah akrab sekali ditelinga mereka, bahkan sudah menjadi kebiasaan atau lebih tapatnya kebutuhan rutin tiap minggu untuk menghabiskan uang jutaan rupiah buat perawatan tubuhnya. Dan tak jarang, masculinity seringkali nyerempet ke arah feminine. Demikian sepintas tentang metroseksualitas.
Read the rest of this entry »











Komen para penggores