Kemarin, aku menemani Agus, teman aku Antro UNAIR, ke resepsi pernikahan abangnya. Resepsi ini diadakan pakai adat jawa, soalnya adat bataknya udah diadakan Desember lalu. Yah pencampuran dua budaya, capek memang…
Awalnya aku diajak ma Agus pake baju adat jaw, tapi akhirnya ga jadi karena bajunya udah habis, ato apalah, gitu deh…It’s OK, padahal pengen banget sih sebenarnya pakai baju adat lain (boro-boro adat lain, adat sendiri aja rasanya belon pernah
). Pagi di rumah mertua abangnya yah sibuk tata rias, dsb, aku ditawarin makan bareng Agus. Agus yang pemalu saat itu, yah mungkin agak minder ato apa ya? mungkin emang pemalu yah dia, soalnya dari pihak bang Rudi (abangnya yang nikah) cuman ada dia, mamahnya cape bgt abis pesta di PSiantar.
Sampai akhirnya pesta dirumah makan Biyung (nice food!! thx)…
Acaranya sih bentar, gak kayak adat batak yang luama pooll, sampe malam bahkan berhari-hari masih ada acara.
Ketika diputar video pernikahan mereka waktu di Pematangsiantar….(disini nih aku terkagum):
Ternyata pernikahan itu agung banget yah, aku bisa merasakan orang yang paling berbahagia saat itu adalah mereka berdua.
Thinking of as if I do the marriage…
When…
With whom…
Where…
Who will be invited…
Yah, sejenak terlintas semua pertanyaan-pertanyaan itu, terlebih :
….pada siapa aku akan berkata : “Dihadapan Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus, the Holy Trinity, aku mengakui engkau, ____, sebagai istriku yang sah dan satu-satunya” (ngawur yah kata2nya?)…
…pada siapa aku akan berkata :”You are so beautiful to me”…
Satu hal yang kutahu dan kuyakin dengan pasti that Jesus had prepared for me the best, and the only thing I have to do is to believe Him and walk in His steps.
God, by the time I get marriege, I’ll give all for you….








Komen para penggores